Sebuah Renungan, Nilai dari Dunia

Nasehat

sundown-HD-India-Wallpaper

1. Dunia Terlaknat

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللهِ وَ مَا وَالاَهُ ، أَوْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّماً

“Dunia adalah terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali zikir kepada Allah, perkara-perkara yang membantu zikir kepada Allah dan orang yang berilmu serta orang yang mempelajari ilmu.” (HR. at-Tirmidzi no. 2244 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, lihat ash-Shahihah no. 2797)

2. Dunia Bisa Membuat Binasa

Dari Amr bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

فَوالله مَا الفَقْرَ أخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلكِنِّي أخْشَى أنْ تُبْسَط الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ، فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أهْلَكَتْهُمْ

“Demi Allah. Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Sehingga hal itu membuat kalian menjadi binasa sebagaimana mereka dibinasakan olehnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dunia Adalah Fitnah

Dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

إنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً ، وفِتْنَةُ أُمَّتِي : المَالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, sedangkan fitnah ummatku adalah harta” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإنَّ الله تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ

“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah ta’ala menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Maka berhati-hatilah dari fitnah dunia dan wanita” (HR. Muslim)

4. Dunia Itu Rendah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)

5. Dunia Bukan Negeri Tujuan

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ ، أَو عَابِرُ سَبيلٍ

“Jadilah kamu di dunia seperti halnya orang asing atau orang yang sekedar numpang lewat/musafir” (HR. Bukhari)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺbersabda,

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

6. Dunia Lebih Rendah dari Satu Sayap Nyamuk

Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

7. Dunia Tidak Bisa dibandingkan Akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ (وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ) فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ

“Tidaklah dunia apabila dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti salah seorang diantara kalian mencelupkan jarinya ini (salah seorang perawi yaitu Yahya mengisyaratkan dengan jari telunjuknya) ke dalam laut, maka lihatlah kepada air yang masih menempel di jari.” (HR. Muslim no. 5101)

8. Dunia Lebih Hina dari Bangkai

Suatu ketika Rasulullah ﷺ  masuk ke dalam pasar dengan diiringi oleh para sahabat. Tiba-tiba mereka melihat seonggok bangkai anak kambing yang cacat yaitu tidak punya 2 telinga. Kemudian Rasulullah ﷺ mengatakan kepada para sahabat, “Siapakah diantara kalian yang mau membeli bangkai ini seharga 1 dirham?.” Maka para sahabat menjawab, “Kami tidak mau membelinya berapapun harganya, dan apa yang bisa kita manfaatkan?” Rasulullah ﷺ mengatakan, “Apakah kalian mau bangkai ini milik kalian?” Para sahabat berkata, “Tidak mau.” Rasulullah ﷺ mengulang ucapan ini sebanyak 3 kali. Para sahabat berkata, “Tidak demi Allah, kalau seandainya anak kambing tersebut hidup itupun cacat yaitu tidak punya 2 telinga. Maka bagaimana kalau sudah menjadi bangkai?” Rasulullah ﷺ bersabda, “Maka demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah atas kalian daripada bangkai ini.” (HR. Muslim no. 5257)

Baca Selengkanya: http://desain-islam.blogspot.com/2015/08/nilai-sebuah-dunia.html
~~~~~~~~~~~~~~~
? Donasi Pengembangan Program Dakwah Mahasiswa FSI Tunas Ilmu:
Bank Syariah Mandiri (BSM)
a.n Opta Muzaki Effendi
7088849517
Konfirmasi ke: 0857-2542-6631

*****

Info dan Download Kajian Solo Raya : www.kajiansolo.com

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan